Pantun Ria

Durian pala manis rasanya, nona pala trada yg lawan. Taman anggrek dingin rasanya, lah liat nona anggrek adem rasanya.

Dari bahbadan liat arguni, sungguh indah dipandang mata. Dari fak2 liat nona arab, sungguh cantik kapala sakit…

Tanjakan pik2 terjang sekali, bulu merinding terasa ngeri. Nona sekban jgn diganggu, lah ngana nanti kapala sakit…

Malam2 balobe udang, lah awas dpt ikan sembilan. Coba2 melirik gadis, jang ngana dpt janda sembilan…

Gamalama, indah gunung-nya. Nona ternate cantik rupa-nya. Klu atin jago brpantun, buatlah pantun se indah gamalama…

Asin manis rasa buah-nya, buah pala itu rasa-nya. Klu ragu memetik buah, jgn sampai salah memetik.
Rupa menawan, jgn terjebak, nona ternate susah ditebak. Jgn-lah sampai salah menggoda, alas-lah tikar sebelum merantau…

Dari sabang smpe merauke, merah darah – putih tulang ku. Diufuk timur Jazirah Kie Raha, sejarah bangsa tak prnah pudar.
Kerja kopra, apa jdx. Ingat susah, jgn mgduga. Klu anda salah menggoda, jgn sampai rapuh trkulai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: