Catatan Idrus Shahab: Rindu Kami Padamu Ya Rasulillah Saww (1)

Sayyidina Abdul Muthalib ra adalah seorang pribadi Agung yang menjadi tumpuan harapan seluruh masyarakat mekkah kala itu, sering kali dikala situasi sulit, masyarakat bertawasul (meminta pertolongan) kepada Sayyidina Abdul Muthalib ra tuk mendoakan kebaikan pada ALLAH AWJ agar segera memperbaiki keadaan masyarakat kala itu.

Sebagian waktu mulia Beliau sering dihabiskan tuk berkhalwat di gua Hira, guna mendekatkan diri kepada ALLAH AWJ, dimana beliau pun sangat bersyukur ke hadirat ALLAH SWT atas anugerah Nya karena diamanahi ALLAH AWJ sebagai pribadi yang dititipkan Nur Suci Baginda Muhammad al Musthofa Saww.

Waktu berlalu hingga tiba saatnya Sayyidina Abdul Muthalib ra mendapat petunjuk lewat mimpi dari ALLAH AWJ tuk menikahi seorang wanita agung lagi mulia dan suci nasabnya yang keindahan dan kecantikannya terkenal saat itu, ia adalah Sayyidatina Fatimah binti Amr.

Dari pernikahan Agung ini, lahirlah putra Beliau Abdullah ibn Abdul Muthalib ra yang ketampanannya menyerupai Nabi Yusuf As. Sosok Sayyidina Abdullah sangat membuat iri semua pria dan menjadi magnet pemikat semua wanita quraish kala itu.

Syaikh Ahmad Daini Zahlan dalam kitab Sirah An Nabawiyah juz 2 hal 42 meredaksikan kesempurnaan Sayyidina Abdullah bin Abdul Muthalib ra dengan sebuah redaksi yang mengaggumkan :

“…Bahwa sesungguhnya Sayyidina Abdullah ibn Abdul Muthalib ra adalah insan paling sempurna diri dan pribadinya (pada masa itu). Dari wajah beliau nampak jelas kemilau “Nur” Sayyidina Muhammad Al Musthofa Saww. dan tidak sedikit para wanita terpikat hati pada beliau”

Amanah ALLAH AWJ yang menjadi pegangan kuat para pribadi Agung ini “Jangan kau letakkan Cahaya Suci kekasihku al Musthofa Saww kecuali pada wanita yang agung lagi suci Nasabnya” berpedar keras di setiap sanubari para pemuka Bany Hasyim mulia..

Hingga walau pun datang pada Sayyidina Abdullah muda beragam tawaran berbalut gemerlap harta, beliau menampik semua permintaan kaum kafirin tuk menikahi putri putri mereka. Bagi Para Pribadi Agung ini, Seluruh harta dunia tidak bernilai dari Amanah Suci ALLAH Robbul Arshil Karim AWJ.

Pada Usia Beliau yang menginjak remaja, tepatnya di usia 18 tahun, Beliau memilih seorang wanita anggun lagi cantik nan mulia nasab dan suci perangainya, ia adalah Sayyidatina Aminah binti wahab bin Abdi manaf bin Zuhrah melalui mimpi petunjuk dari ALLAH AWJ.

Hingga dari Pernikahan Suci ini, Ibunda Mulia ar Rasul Saww mengandung Nabi Agung Al Habiballah Sayyidina Muhammad al Musthofa Shallallahu alaihi wa aalihi wassalam. Selama dalam kandungan ini, kondisi masyarakat kala itu pun berubah total dari kondisi yang tidak bisa dikatakan makmur menjadi makmur merata, Seluruh Tetumbuhan tumbuh subur, sungai pun mengalir lebih deras dan hewan hewan peliharaan menjadi lebih gemuk dan deras air susu nya, inilah sedikit dari begitu dahsyatnya karomah Baginda Suci Al Musthofa Saww walau beliau masih berada dalam kandungan [Syaikh Ahmad Daini Zahlan Juz 1 hal 45]

Ibnu Hajar al haitami dalam An Ni’matul Kubro alal Aalaam hal 44 meredaksikan :

Ibunda Rasulillah Saww berkata :” sesungguhnya tatkala aku mengandung putraku tercinta pada bulan pertama tepatnya bulan rajab al asham, suatu malam datang (dalam mimpi) seorang laki laki yang indah wajahnya, semerbak harumnya dan diliputi cahaya kemilauan” Ia pun berkata: “Selamat datang wahai Baginda Nabi Agung Muhammad Saww. Salam sejahtera ALLAH SWT senantiasa melimpah kepadamu”. Aku lantas bertanya: Siapakah engkau wahai tuan ?’ Ia pun menjawab: ‘Sesungguhnya aku adalah Nabi Adam (as) bapak seluruh umat manusia’ kemudian Nabi Adam (as) berkata: ‘Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sungguh engkau telah mengandung Nabi Agung Junjungan seluruh umat manusia..’

Dan pada bulan kedua, Sayyidah Aminah As pun mengalami mimpi serupa, kali ini Washi Nabi Adam As, Nabi Syits As datang menyambangi beliau as, seraya menyampaikan salam dan sanjungan serta berkata: ‘Sungguh beruntung engkau wahai Aminah, berbahagialah sesungguhnya engkau telah mengandung Nabi Agung yang kelak dianugerahi ALLAH SWT ilmu ta’wil dan al Hadith’.

Dalam Usia kandungan menginjak 3 bulan, ALLAH AWJ memanggil Ayahanda Rasulillah Saww, Sayyidina Abdullah ra ke haribaanNya.. hingga para Malaykat pun menyatakan kesedihannya kepada ALLAH AWJ : “Duhai ALLAH, Tuhan dan Sesembahan Kami, Nabi terkasihMu kini telah yatim tanpa seorang ayah”.

ALLAH AWJ berfirman kepada para Malaykat Mulia: “Ketahuilah olehmu wahai para malaykatKu, Sesungguhnya Aku (ALLAH SWT) sendiri yang akan menjaga, melindungi dan merawatnya, serta akan Aku limpahkan bantuan/pertolongan dan rezeki kepadanya. Dan Aku sendiri pula yang akan mencukupi (segala urusannya). Maka panjatkanlah selalu oleh kalian Sholawat kepadanya dan dapatkanlah keberkahan bagi kalian dengan berwasilah (tawassul) menyebut namanya”. [Madarijush shu’uud hal 12 – Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantani al-Jawi]…

(bersambung ke Bag.2)

Salam kerinduan atasmu ya habiballah al musthofa shallallahu alaihi wa aalihi wassalam…

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: