Catatan Husain Lineage: SAYYID SUNNI

Tulisan dibawah ini saya kutip dari blog Ibnu Jakfari mengenai ucapan al Habib al Imam Ali ibn Abu Bakr as Sakrân dalam kitab al Barqah, dan kutipan dari kitab Târîkh hadhramaut oleh Habib Shaleh al Hamid al Alawi. Sebenarnya tulisan tersebut adalah tanggapan bagi Tim Sidogiri, namun disini hanya akan mengutiip sebagian saja. Bagi yang ingin melihat keseluruhan isi artikel tersebut bisa langsung menuju ke blog Ibnu Jakfari.

——

Ibnu Jakfari

Satu hal yang ingin saya ingatkan kepada Tim Penulsi Sidogiri atau antek-antek Wahhabisme lainnya di negeri ini yang gemar memecah belah dan menabur benih fitnah thâifiyah, bahwa ketika kalian berbohong dan memalsu atas nama ulama dan mazhab Syi’ah, jangan sekali-kali kalian berkhayal bahwa kalian sedang menulis tentang sebuah mazhab yang telah punah pengikut dan pembelanya, mazhab yang tidak ditegakkan di atas dalil-dalil kokoh dan rasional, sehingga kalian bisa dengan bebas dan seenaknya menulis tanpa rasa tanggung jawab, seakan semua mata tertidur dan semua pikiran tertipu…. Kalian sebenarnya sedang menulis tentang sebuah mazbah yang para pengiman dan pembelanya selalu siap, kendati mereka jauh dari kota ilmu dan kaum para Mulla di Najaf-Irak dan Qum-Iran dan jauh dari negeri yang penduduknya telah mengimani mazhab ini turun temurun dengan dasar ilmu dan dalil…. Kendati kalian menulis di negeri yang penganut Syi’ah di sini tergolong muallaf –karena rata-rata mereka tercerahkan pikirannya setelah menemukan kebenaran sejati pada ajaran Ahlulbait as. tidak lebih dari beberapa tahun saja-… kendati demikian kalian telah menyaksikan bagaimana pembelaan dan sekaligus hujatan mereka terhadap kalian…

Sekali lagi saya katakan jangan ada yang berkhayal bahwa ia dapat dengan seenaknya menipu kaum awam tentangg Syi’ah dan ajarannya, karena kami putra-putra dan para pecinta Ali ibn Abi Thalib; pintu kota ilmu Rasulullah saw., putra-putra dan pengikut Ja’far ash Shadiq as. selalu siap membela ajaran mulia kakek moyang dan leluhur kami Ahlulbait as. dari cercaan kaum jahil, penyelewengan kaum pembatil serta fitnah setiap affâkin atsîm.

Hasan ibn Hâni Abu yang dikenal dengan nama Abu Nawwâs bersyair:

مَنْ لَمْ يَكُن عَلَوِيًّا حينَ تَنْسِبُهُ *** فَما لَهُ في قَدِيْمِ الدهْرَِ مُفْتَخَرٌ

“Sesiapa yang bukan Alawi ketika engkau sebut nasabnya…. Maka ia tidak memiliki kebanggaan di masa lalunya.”[1]

Berbahagialah mereka yang berpegang teguh dengan dzurriyah Nabi Muhammad saw. yang konsisten dalam berpegang dengan ajaran leluhur mereka dan tidak beranjang dari garis tuntunan Ahlulbait as.

Berkata al Habib al Imam Ali ibn Abu Bakr as Sakrân dalam kitab al Barqah, setelah menyebut keutamaan bani Alawi, beliau berkata memperkenalkan kepada kita siapakah di antara mereka yang layak dibanggakan dan diteladani dan siapa yang tidak layak dibanggakan dan perlu diwaspadai:

وَ إنَّ أدناهُم و الْمُقَصِّرَ منهُم فِي أُمورِهِ هوَ الشريفُ السُّنِّيْ

“Sesungguhnya paling rendahnya kaum Sayyid dan yang teledor dalam urusannya adalah sayyid Sunni”.

Berkata al ‘Ârif billah Syeikh asy Sya’râni:

إنَّ مِنَ النوادر شريفٌ سُّنِّيٌ

“Termasuk sesuatu yang ganjil/langka seorang Sayyid Sunni.”[2]

Dan merugilah sesiapa yang meneladani dan bertaqlid dengan Sayyid teledor, muqashshir dalam urusan agamanya apalagi bertaklid buta kepada Arab Baduwi yang menyimpang dari Shirâth Mustaqîm dan bisanya hanya memecah belah umat Rasulullah saw.!

Jangan sampai alih-alih mengaku sebagai muhibbin, sebagian orang lebih memilih berjalan di atas jalan kaum Sayyid teledor dan meninggalkan jalan kaum Sayyid yang mengikuti jejek lelehurnya dan apalagi menghujat dan mengecam mereka.

Kami , walillahil hamdu, karena ketulusan kami dalam mahabbah kepada para Sâdah keturunan Rasulullah saw. maka Allah SWT membimbing kami untuk mengikuti para Sayyid yang berjalan di atas jalan leluhurnya dan tidak teledor dalam urusan agamanya.

DR. Quraisy Syahâb termasuk salah satu Sayyid keturunan Nabi saw. yang tidak muqashshir yang sedang dicampakkan oleh Tim Sidogiri yang sedang terpengaruh oleh kaum Sayyid yang muqashshir.

——-

Catatan Kaki :

1. Baca bait-bait selengkapnya dalam kitab Rasyfatu ash Shâdi; al Habib al Allamah Abu Bakar ibn Syihabuddin al Alawi:131, cet. Mathba’ah al maimaniyh. Mesir.

2. Târîkh hadhramaut; Habib Shaleh al Hamid al Alawi,1/323. penerbit Maktaabaah al Irsyâd. Jeddah-Arab Saudi.

——–

Lebih lengkap mengenai artikel diatas silahkan menuju ke Ibnu Jakfari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: