Arab Saudi bertukar informasi dengan rezim Zionis Israel (Pertempuran di Yaman)

Meski telah dibantu perusahaan satelit mata-mata dari Israel dan Uni Emirat Arab yang menyuplai foto-foto posisi pertahanan Al-Houthi, serangan udara dan artileri militer Arab Saudi menelan korban sipil. Selain itu, pemerintah Riyadh dan Sanaa juga berusaha membendung tersebarnya berita dan fakta dari medan pertempuran di Yaman.

18 November 2009, Arab Saudi menempatkan pasukannya di wilayah pegunungan yang berbatasan dengan Yaman.

Televisi Al-Arabia dari perbatasan Yaman melaporkan, bentrokan di wilayah Mashraf telah merembet ke Jebel al-Dukhan.

Sementara itu, militer Arab Saudi yang berada di wilayah konflik dalam kondisi siaga penuh.
Al-Houthi dalam statemennya mengkonfirmasikan penembakan lebih dari 150 roket Arab Saudi ke wilayah utara Yaman. Kelompok ini juga menyebarkan rekaman video korban serangan roket Arab Saudi. Para korban mayoritas anak-anak dan perempuan.

19 November 2009, serangan ydara militer Arab Saudi ke Jebel al-Dukhan.
Al-Houthi mengkonfirmasikan serangan militer Arab Saudi ke pos-pos pertahanan kelompok ini di wilayah Jebel al-Dukhan, Al-Malahit, Sheda dan sejumlah desa.

Al-Houthi juga menyebarkan rekaman video kejahatan tentara Arab Saudi terhadap warga Yaman utara.
20 November 2009, serangan jet tempur Arab Saudi terhadap warga Yaman di wilayah perbatasan berlanjut.

Jet-jet tempur Arab Saudi membombardir wilayah Jebel al-Dukhan dan al-Doud di perbatasan Yaman utara dengan dalih menggempur milisi Al-Houthi.

Serangan udara ini didukung dengan tembakan mortir dan pasukan infantri.
21 November 2009, 84 kali serangan militer Arab Saudi terhadap posisi Al-Houthi.
Al-Houthi menyatakan, sebuah satuan komando Jordania ikut dalam operasi militer di Saada. Operasi tersebut gagal total dan sebagian besar komando Jordania terpaksa melarikan diri ke Arab Saudi.

Sebuah sumber militer Yaman mengkonfirmasikan dibentuknya “war room” gabungan Yaman dan Arab Saudi guna mencegah bocornya berbagai berita dan fakta perang yang disebarluaskan oleh Al-Houthi.
22 November 2009, sejumlah tentara Arab Saudi disandera Al-Houthi.

Kelompok pejuang Syiah ini menyinggung gerakan maju pasukan Arab Saudi di wilayah Jebel al-Ramih.
Upaya pasukan infantri Arab Saudi menyusup ke wilayah Yaman dihadang oleh 100 pejuang Al-Houthi. Dalam konfrontasi tersebut, militer Saudi menderita kekalahan telak. Selain banyak korban tewas, berbagai persenjataan dan perlengkapan berat juga dirampas oleh pejuang Al-Houthi.
23 November 2009, Al-Houthi memaksa militer Saudi menarik mundur pasukannya.
Gerakan maju militer Saudi ke Yaman berhasil dipatahkan oleh kelompok Al-Houthi dan menyusul kekalahan tersebut, militer Saudi hanya dapat mengerahkan pesawat tempur dan artileri membombardir kawasan Malahit, Shada, al-Haidan, dan al-Razih.

24 November 2009, Arab Saudi bertukar informasi dengan rezim Zionis Israel.
Dalam sebuah kesepakatan dengan perusahaan Israel Amich Sat-pemilik satelit mata-mata-Arab Saudi akan menerima foto-foto posisi Al-Houthi yang diambil dari satelit.
Nahrainnet melaporkan, sejumlah sumber dari Arab Saudi menyebutkan bahwa kontak antara pejabat Saudi dan Israel membahas kerjasama militer menyusul transformasi di Yaman serta mekanisme keterlibatan Saudi dalam perang dengan Al-Houthi, telah berlangsung lama sebelum perang meletus.
Dua pekan sebelum Arab Saudi terjun ke kancah perang di Yaman, perusahaan Israel Amich Sat sepakat menyuplai foto-foto posisi Al-Houthi dari satelit kepada Riyadh dan Sanaa setiap hari.
Di sisi lain, sebuah perusahaan satelit berbasis di Uni Emirat Arab juga membantu operasi teror para pemimpin Al-Houthi.

25 November 2009, militer Saudi kembali gagal menembus wilayah Yaman.
Di wilayah al-Ghawiyah, gerakan maju militer Saudi gagal dan terpaksa mundur ke pangkalannya setelah kehilangan sejumlah panser.

26 November 2009, militer Saudi lancarkan puluhan kali serangan udara.
Dalam lanjutan serangan udara militer Saudi ke berbagai kota dan desa di Yaman, sebuah kamp pengungsi warga Yaman di wilayah Gharib al-Sals, tidak luput dari bombardir pesawat tempur Saudi. Empat anggota keluarga dan seorang lainnya tewas. Serangan jet tempur Saudi ke Propinsi Saad juga menewaskan enam warga.

27 November 2009, tentara Arab Saudi lenyap.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengkonfirmasikan lenyapnya sembilan personilnya dalam kontak senjata dengan Al-Houthi.
Jubir Dephan Arab Saudi memperkirakan bahwa kesembilan tentara itu disandera oleh Al-Houthi.
28 November 2009, Presiden Yaman ingin berunding dengan Al-Houthi.
Setelah pemerintah Yaman berulangkali gagal mengalahkan Al-Houthi, Presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh menginginkan perundingan dengan kelompok tersebut.

29 November 2009, serangan Arab Saudi difokuskan ke wilayah al-Razih.
Bombardir pesawat tempur militer Arab Saudi lebih terkonsentrasikan ke wilayah al-Razih.
Helikopter Apahe Saudi menghujani wilayah Jebel al-Dukhan, Jebel al-Ramih, Jebel al-Madood, dan desa-desa sekitar, dengan roket.

30 November 2009, sebuah pesawat pengintai Arab Saudi ditembak jatuh pejuang Al-Houthi.
1 Desember 2009, Arab Saudi gunakan bom berberat ton.
Militer Arab Saudi berusaha memasuki Yaman melalui wilayah al-Shaba dan melintas di samping Jebel al-Ramih. Namun setelah bergerak maju selama satu setengah jam, pasukan Saudi terpaksa mundur setelah mendapat perlawanan hebat dari pejuang Al-Houthi.

Dalam insiden tersebut, militer Saudi menggunakan bom-bom yang beratnya dalam hitungan ton.
2 Desember 2009, Al-Houthi konfirmasikan gerakan maju militer Saudi di wilayah Jebel al-Madood. Setelah satu setengah jam bentrok, wilayah tersebut berubah menjadi kuburan massal bagi tentara Saudi. Militer Saudi mundur total dari kawasan tersebut.
4 Desember 2009, para pejuang Al-Houthi menghancurkan empat tank Arab Saudi.
Amnesti Internasional menyatakan kekhawatirannya atas penggunaan bom fosfor oleh militer Saudi di Yaman.

5 Desember 2009, pesawat tempur Saudi dalam beberapa kali serangan udara, memporak-porandakan wilayah Majz, Talh, Aali Hamidan, dan Sahar. Lahan pertanian dan kebun milik warga rusak dan terbakar.
7 Desember 2009, jet-jet tempur Saudi menyerang wilayah Tahamah tiga kali dengan menggunakan bom tandan (kluster).

9 Desember 2009, satu jet tempur Arab Saudi ditembak jatuh Al-Houthi.
Militer Saudi melancarkan 76 serangan udara yang 30 di antaranya menghantam wialayh Jebel al-Madood dan al-Ghawiyah.

Seorang tokoh opisisi Yaman, meminta seluruh warga Yaman untuk bangkit melawan dalam rangka mencegah berlanjutnya pembunuhan massa terhadap warga oleh tentara Yaman dan Arab Saudi.
Seif Ali al-Washli, juga mengimbau berbagai partai di selatan Yaman untuk bangkit melawan pemerintah dengan menggunakan berbagai sarana yang ada.

12 Desember 2009, Al-Houthi menduduki sebuah pangkalan militer Arab Saudi.
Dalam rangka membalas aksi penembakan terhadap warga sipil, para pejuang Al-Houthi merebut dan menduduki pangkalan militer Arab Saudi al-Jabir.

Seluruh persenjataan dan perlengkapan logistik di pangkalan tersebut dirampas.
13 Desember 2009, serangan udara Arab Saudi ke sebuah kamp pengungsi di Propinsi Saada menewaskan tiga perempuan dan seorang anak.

14 Desember 2009, perang di Yaman memasuki fase baru.
Setelah kemampuan maksimum militer Arab Saudi terbukti gagal menumpas Al-Houthi. Kini Amerika Serikat ikut terjun dalam perang tersebut.

Dalam langkah pertama, militer AS melancarkan 28 kali serangan udara ke Propinsi Saada, Yaman.

http://indonesian.irib.ir/index.php?option=com_content&task=view&id=18893

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: