Pernyataan PRESIDIUM PEPERA

Dalam rangka menyikapi realita kekinian, dimana sedang berlangsung Dialog Nasional Pemuda Papua, maka kami Pemuda Papua yang berhimpun dalam beberapa organisasi kepemudaan, ingin menyampaikan pemikiran kami sehingga mudah-mudahan bisa menjadi issu dan wacana yang bisa didiskusikan di dalam forum tersebut.

Di tangan pemudalah masa depan bangsa ditentukan, oleh karenanya harus dipastikan generasi muda sanggup menjawab tantangan zaman serta sanggup meneruskan capaian-capaian generasi sebelumnya bahkan melebihi.

Setiap generasi, mempunyai tantangannya sendiri. Generasi muda, saat ini, harus berkiprah mengarungi dan memenangkan era globalisasi. Kaum muda tahun 2009 ini harus mengisi kemerdekaan dan mewujudkan NKRI yang bersatu, aman, adil, demokratis dan sejahtera. Untuk mewujudkannya kuncinya adalah bersatu. Jika pemuda menyatukan langkah, maka tidak ada gunung yang terlalu tinggi untuk didaki, tak ada samudra yang terlalu luas untuk diseberangi.

Pada awal Oktober 2009, tepatnya 14 Oktober 2009 Indonesia telah memiliki Undang-Undang No. 40 Tahun 2009 tentang Kepemudaan. Undang-Undang ini menetapkan arah baru pembangunan kepemudaan dalam konteks pembangunan bangsa. Atas adanya undang-undang tersebut, patut disyukuri karena akan memberikan arah pembangunan kepemudaan yang lebih jelas, terarah dan mengalami kemajuan yang terukur.

Secara garis besar terdapat beberapa hal mendasar dalam Undang-Undang tentang kepemudaan tersebut. Hal mendasar tersebut, yang pertama adalah definisi pemuda yang jelas yaitu WNI usia 16-30 tahun. Yang kedua, mengenai kewajiban pemerintah, Pemda dan masyarakat untuk peduli pada pembangunan kepemudaan agar benar-benar menjadi pemuda yang maju. Yang ketiga, menjamin sumber pendanaan bagi program pembangunan kepemudaan serta akses permodalan bagi kegiatan kewirausahaan pemuda. Selanjutnya, dalam UU tersebut dijamin posisi pemuda pada subyek pembangunan yang berhak untuk mendapat penyadaran, pemberdayaan dan pengembangan dalam rangka mempersiapkan pemuda sebagai pemimpin masa kini dan mendatang.

Dengan adanya UU Kepemudaan, merupakan kesempatan emas untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa, mengembangkan diri, mewujudkan jati diri menjadi generasi mandiri, matang dan berkarakter.

Terkait hal-hal yang telah disebutkan di atas, maka kami menyerukan kepada Forum Dialog Nasional Pemuda Papua agar merekomendasikan kepada seluruh pengurus organisasi pemuda, organisasi kemahasiswaan dan organisasi kepemudaan serta KNPI di segala tingkatan agar dalam kehidupan berorganisasi maupun dalam kebijakan-kebijakan strategis segera melakukan penyesuaian dengan UU kepemudaan.

Utamanya terhadap KNPI, hampir seluruh pengurus KNPI baik provinsi maupun Kabupaten/kota berusia di atas 30-an, bahkan ada pengurus KNPI yang berusia lebih dari 40 tahun. Ini adalah upaya MENGEBIRI PENGEMBANGAN GENERASI MUDA. Kami berharap KNPI bisa menjadi suri teladan bagi pemuda untuk patuh terhadap aturan main.

Para pembuat undang-undang ini hampir seluruhnya berusia lebih dari 30 tahun, tetapi dengan upaya yang tulus telah menetapkan UU ini (seluruh anggota DPR RI secara aklamasi menetapkan UU ini).
Para senior-senior kita yang hari ini duduk di KNPI adalah pihak yang dahulu berteriak lantang agar pemuda harus diberikan tempat yang layak, pemuda harus di berdayakan, jadi kalau kini upaya tersebut terealisir dengan lahirnya undang-undang ini, mengapa harus ditolak??
Kami ingatkan bahwa seluruh pemuda Papua sekarang sedang menyaksikan apa yang sedang terjadi di KNPI, jika UU ini tidak di taati, maka mereka (para senior) tidak layak di teladani, dan kami akan membangkitkan generasi kami dan generasi di bawah kami untuk berperang dengan generasi di atas kami yang tak memberi ruang bagi kami untuk bertumbuh.

Ingatlah bahwa huruf P yang ada pada “KNPI” adalah PEMUDA itu artinya kita harus tunduk pada undang-undang kepemudaan.
Kalau ada argumentasi penolakan bahwa pemuda Papua yang berusia 16 – 30 tahun belum siap memimpin, lalu sampai kapan baru pemuda siap memimpin??? Itu argumentasi klasik, sesungguhnya hal itu merupakan slogan yang menyembunyikan ketidaktulusan senior untuk memberdayakan “kami”.

Kami menyadari bahwa selama ini kami hanya diperalat, untuk memenuhi ambisi pribadi para senior, dan kini kami tegaskan: PERLAKUKAN KAMI SELAYAKNYA SEORANG MANUSIA, BUKAN SEBAGAI ALAT !!!
Kami akan menyerukan: MEREKA ADALAH CERMIN YANG RETAK, TAK LAYAK UNTUK DI TELADANI.
Jayapura, 30 November 2009

PRESIDIUM
PEMUDA PEDULI RAKYAT
(PRESIDIUM PEPERA)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: