Habelino untuk Semua

Habelino Sawaki dikenal sebagai sosok pemuda yang cukup tulus memposisikan dirinya sebagai seorang pemimpin muda Papua. Selain sebagai tokoh pemuda, sosok Habelino cukup nasionalis dan pluralis. Apa saja yang dianggap perlu bagi pemuda Papua serta bangsa dan negara, Habelino ikhlas melakukan. Itu sebabnya, ia tak pernah surut untuk menyuarakan persoalan kebangsaan di tanah Papua.

Habelino memiliki pandangan, masyarakat Indonesia perlu mengetahui kondisi Papua secara utuh (tidak sepotong-potong) sehingga sikap dan pandangan yang senantiasa memandang rendah Papua bisa berubah. Hal ini penting sebagai bahan dasar rekonsiliasi di Papua menuju Indonesia yang bersatu, adil dan makmur.

Habelino pun menjadi tokoh yang mendapat cukup banyak kesempatan untuk menjelaskan persoalan kebangsaan dari persepektif budaya.

“Nasionalisme bukan barang baru di Papua,” begitu katanya.

Misalnya, Nawi Arigi dalam bahasa masyarakat pegunungan di Papua berarti cinta kampung yang jika dimaknai lebih jauh berarti mencintai tanah air. Indonesia bersyukur karena memiliki generasi muda yang militan dan revolusioner seperti Habelino Sawaki yang senantiasa memperjuangkan kebersamaan sebagai sebuah bangsa.

Soal kelompok-kelompok garis keras di Papua, Habelino mengingatkan bahwa mengatasinya harus tidak sembarangan. Jangan sekali-kali menggunakan represi. Bukan hanya kontraproduktif, tapi bisa memunculkan radikalisme betulan. Mereka yang berseberangan juga saudara-saudara kita sebangsa dan setanah air yang berbeda pandangan dan paradigma. Jika kita rangkul dan mengajak bersama membangun bangsa, mereka pasti mengerti dan menjadi kekuatan pembangunan. (AS7Habelino)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: