Mengapa Syi’ah Imamiyah kalau Shalat hanya tiga waktu? (Al-Marhum Al-Ustadz Husein Al-Habsyi)

Risalah di hadapan anda ini adalah hasil Dialog antara Al-Ustadz Husein Al-Habsyi dengan mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) dan Universitas Islam Yogyakarta (UII) di Solo. Dalam dialog tersebut para mahasiswa menanyakan beberapa masalah tentang Madzhab Syi’ah Imamiyah, antara lain:

Mahasiswa: Mengapa Syi’ah Imamiyah shalat tiga waktu? Dulu kami pernah tahu di Indonesia ada agama tiga waktu, apakah mungkin keduanya ada kesamaan?

Ustadz Husein: Saya kira tidak ada persamaan antara Syi‘ah dan agama tiga waktu itu, sebab kita (Ahlus Sunnah) sendiri membolehkan cara demikian itu. Pertama Ahlus sunnah sepakat tentang bolehnya jamak di Arafah. Antara Dhuhur-Asar dan kita namakan jamak takdim.

Kedua kita menjamak shalat Maghrib-lsya’ di Mudzdalifah yang dinamakan jamak ta’khir. Pendapat ini telah disepakati oleh kaum muslimin, termasuk Syi‘ah. Ahlus sunnah membolehkan jamak takdim dan takhir dua fardhu kalau kita dalam perjalanan atau safar. Jadi shalat jamak Dhuhur Ashar di waktu Dhuhur atau di saat Ashar. Maghrib-Isya’ di waktu Maghrib atau telah masuk waktu Isya’. Shalat-shalat ini boleh dijamak kalau kita dalam perjalanan, tetapi Syi’ah tidak demikian.

Syi’ah mengatakan walaupun seseorang tidak dalam perjalanan Ia boleh menjamak shalat shalatnya. Selain itu ada satu madzhab yang berbeda dengan yang lain dalam Ahlussunnah tentang masalah ini. Yakni Madzhab Imam Syafi’i yang menyatakan, orang boleh menjamak shalat-shalat Dhuhur-Ashar, Maghrib-Isya’ walaupun dia tidak dalam perjalanan. Tidak ada halangan hujan dan tanpa alasan apa pun. Cuma beliau nenyatakan bahwa hal itu tidak boleh dijadikan kebiasaan.

Kalau menurut Imamiyah, kita boleh menjadikannya kebiasaan sepanjang tahun. Dalam masalah ini mereka tentunya berdasarkan hadits-hadits yang shahih. Yakni Hadits yang menyatakan bahwa Rasulullah Saww pernah menjamak antara Dhuhur dan Ashar sebagaimana diriwayatkan Muslim. Maksud Nabi hanya untuk meringankan ummatnya, kalau kita mau mengkaji kitab-kitab hadits kita yang shahih maka kita akan tahu bahwa: Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah Saww pernah menjama’ shalat-shalat beliau di Madinah sedangkan beliau dalam keadaan tidak dalam perjalanan.

Di dalam kitab Imam Malik “Al-Muwatha’” Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saww shalat Dhuhur dan Ashar dijamak, juga Maghrib dan Isya’. Tanpa alasan perang atau perjalanan, Imam Muslim dalam shahihnya bab jamak dua shalat di dalam kota. Juga dari Ibnu Abbas Rasulullah Saww pernah shalat Dhuhur-Ashar, dan Maghrib-Isya’ di Madinah tanpa alasan apa pun dan dijamak di kotanya sendiri. Juga Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah Saww shalat jamak antara Dhuhur-Ashar dan Maghrib-Isya di Madinah tanpa ada satu alasan pun. Kemudian perawi hadits ini bertanya kepada Ibnu Abbas: “Mengapa beliau berbuat begitu? Ibnu Abbas menjawab: Agar ummat Islam tidak merasa sulit.” Sekarang banyak pegawai dan sebagainnya yang ketika pulang ke rumah sudah jam 3 sore sedangkan saat itu waktu Ashar telah masuk, kalau dia tidak jamak shalat Dhuhur Ashar, mungkin shalatnya tercecer, juga orang yang bekerja di bengkel-bengkel dan berlepotan minyak dan lain sebagainya.

Bukhari juga meriwayatkan dalam bab waktu shalat Maghrib. Dalam Shahihnya berkata, Amer bin Dinar berkata: Saya dengan Jabir bin Zaid, dan Ibnu Abbas berkata: Nabi Saww shalat tujuh dan delapan raka‘at (tujuh, Maghrib-Isya sedang delapan, Dhuhur-Ashar) di Madinah.

Cuma dalam masalah ini tidak qashar, demikian pula Imamiyah. Saya kira dalil-dalil ini cukup menunjukkan bahwa Ahlussunnah juga membenarkan shalat jamak. Yang jelas yang dikatakan tiga waktu itu bukan tiga shalat tetapi lima shalat dalam tiga waktu, dan kita harus membedakan keduanya itu. Fatwa Imam Khomaini menyatakan, lebih afdhal masing masing shalat dilakukan pada waktunya. Fatwa tersebut ada dalam kitab beliau “Tahrir Al-Washilah” (juga ulama-ulama mujtahidin Syi’ah yang lainnya seperti Sayyid Abul Qasim al-Khu’1 memfatwakan hal yang sama).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: