Antara si kaya dan si miskin

Suatu hari datang seorang kaya di majelis Nabi Saww. Dengan pakaian yang bersih dan rapi. Dia duduk disamping baginda Nabi. Tidak berapa lama setelah itu, datang pula seorang miskin yang tidak berbaju ke majelis tersebut dan duduk persis disamping si kaya. Serta merta si kaya membereskan bajunya dan pindah dari tempat tersebut. Melihat tingkah laku seperti itu Nab segera bertanya kepada si kaya ini:

“Wahai Fulan, apakah kau pindah tempat karena khawatir kemiskinannya akan menular kepadamu?”

“Tidak ya Rasulullah.” Jawabnya.

“Lalu, apakah kau khawatir bahwa kekayaanmu akan berpindah, walaupun Cuma sedikit kepadanya?” Tanya Rasulullah lagi.

“Tidak juga ya Nabi Allah,”jawabnya.

“Apakah karena kau khawatir bahwa dia akan mengotori bajumu?” kata Rasulullah.

“Tidak juga, wahai Rasulullah.” Jawabnya lagi

“Lalu apa yang menyebabkanmu melakukan hal seperti itu?”

“Ya Rasulullah, aku mempunyai seorang teman yang senantiasa menampakkan segala sesuatu yang buruk itu baik dihadapanku; dan sebaliknya menampakkan segala sesuatu yang baik itu buruk dihadapanku. Ya Rasulullah, kini aku serahkan setengah dari hartaku kepada orang miskin ini.”

Kemudian Nabi bertanya kepada si miskin, apakah dia mau menerima pemberian si kaya itu.

“Tidak.” Jawab si miskin.

“Mengapa?” Tanya si kaya kepada si miskin.

“Aku khawatir akan terjangkiti sifat seperti yang kamu miliki.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: