Catatan Alwi Jindan: JIKA PEMIMPIN KITA SEORANG AHMADINIJAD?

Kegilisahan mengitari benak Turino Priyoatmojo. ”Ada yang hilang di republik ini,” ujarnya. Seniman senirupa ini hendak mempertegas: bahwa rana hidup kebanyakan rakyat sedang kehilangan anut dan pijak. Kehidupan warga bangsa di negeri ini, menurutnya, tengah berlangsung tanpa rasa dan warna yang jelas. Penglihatan dan kebatinan rakyat sedang diselimuti pemahaman yang makin rabun. ”Hal ini terjadi lantaran kita tidak punya sosok pemimpin,” keluh Turino.

Ia menjelaskan, jika menengok ke belahan dunia lain, separti di Iran, kehidupan rakyat di sana tampak begitu bermakna. ”Mereka menjadi sebuah bangsa yang terhormat dan gagah terlihat di tengah kemelut jaman,” ungkapnya.

Wajah keindahan dan kemajuan rakyat di Iran, menurutnya, tidak datang begitu saja. Namun eksistensi dan kenyataan itu lahir dari kekuatan kepemimpinan yang terbangun direlung-relung jiwa rakyatnya. ”Mereka telah berhasil melahirkan figur pemimpin besar seperti Mahmud Ahmadinejad,” ungkapnya.

Kehadiran Ahmadinejad ditengah kehidupan rakat Iran, kata Turino, terlihat begitu nyata dan menjadi penggerak yang seolah tidak pernah letih. Hal ini terlihat dari sikapnya yang merakyat, hidup dalam kesederhanaan serta selalu tampil kokoh melindungi dan membela hak-hak bangsanya. ”Tokoh sebasar ini sesungguhnya pernah kita miliki di masa lalu. Ia serupa dengan Bung Karno,” kata lelaki kelahiran Solo, 20 Januari 1961.

Ia menggambarkan, Ahmadinajed merupakan pribadi yang pemberani, kukuh dengan hati nuraninya. ”Dia adalah salah satu pemimpin yang terbaik di jaman ini. Pengaruhnya tidak tidak sebatas kepala negara dan untuk bangsanya. Namun, ’singa persia’ itu telah menjadi inspirator bagi kaum tertindas di berbagai belahan dunia,” ujar Turino.

Klaim kekaguman Turino atas Ahmadinejad tanpa disadari telah membuat darah senimannya bergelora. Mahasiswa, jebolan senirupa UNS solo ini, Senin pekan lalu, kepada EXPAND, ia mengaku sedang menyiapkan karya pementasan seninya yang diberi tema: JIKA PEMIMPIN KITA SEORANG AHMADINEJAD?

Menurut lelaki berambut gondrong yang telah menghabiskan waktunya 20 tahun sebagai seniperupa, mengaku, pameran tersebut dalam waktu dekat akan digelar di Jakarta:

Tepatnya kapan pameran Anda itu dilakukan?
Kepastian waktu dan tempat belum bisa kami sebutkan.

Sudah sampai di mana kesiapan pameran tersebut?

Saya dan teman-teman sedang dalam tahap 75 persen persiapan. Menunggu beberapa hal yang bersifat teknis saja. Kita juga berencana menggandeng dukungan dan kerjasama dengan pihak-pihak terkait. Termasuk kalau Expand mau bergabung, moggo. Kami inginkan pameran ini dikelola bersama-sama.

Ada kemungkinan Anda menggalang dukungan atau bergabung dengan kelompok seniman asal Iran?

Sejauh ini belum ada komunikasi secara formal. Namun kami sedang mempertimbangkan mengikutsertakan rekan-rekan seniman dari negara sahabat, Iran. Di samping itu, kami berencana menggelar pameran ini di Teheran, Qum dan beberapa kota besar di Iran. Harapan kami, mungkin melalui pementasan ini dapat memperkuat hubungan kedua negara (Indonesia-Iran). Orang Iran juga mungkin tertarik dan bangga kalau presidennya ditampilkan dengan pakaian batik dan peci. He he he.

Apa yang menginsipari Anda untuk mengangkat sosok Ahmadinejad…?

Sebagai seniman ’perupa’, saya meminang karakter tokoh ini sebagai pelipur lara. Sekaligus menuggu harapan untuk hari esok yang lebih cerah. Mengingat, kita telah lama terjabak dalam alur hidup yang carut-marut dan tambal sulam. Belum ada seorang pemimpin yang dapat membawa kita ke masa depan yang lebih manusiawi dan berbartabat. Dan kebetulan dari kejahuan, ada tokoh seperti Nejad (Ahmadinejad), tentu membuat hati dan jiwa kita berharap punya pemimpin bangsa seperti dia. Sangat terhormadnya kita, kalau mempunyai tokoh sekaliber dia. Ungkapan ini saya visualisasi pada karakter Ahmadinejad yang sedang mengenakan batik dan peci di tubuhnya. Tampak ada klaim identitas dan budaya seb agai dirindukan rakyat di negeri ini.

Bagaimana dengan sumber pendanaan?

Kami membuka diri bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi. Namun secara khusus kami telah menyiapkan kebutuhan yang terjangkau dan insya Allah dapat berjalan lancar. Ahmadinejad, merupakan inspirator. Jadi bukan mimpi kalau kelak kita punya pemimpin sekaliber dia. Jurus visual saya menggapai dia dalam konteks aspirasi dan kebutuhan rakyat kita. (selengkapnya di Majalah Expand, Edisi 8)

Selasa, 25 Agustus 2009 01:34 ExpandNews.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: