Nihayah….

Diantara sahabat Imam Ja’far al-Shadiq as, Hisyam al-Hakam adalah murid Imam yang paling sering berdiskusi di zamannya. Kutipan – kutipan diskusi Hisyam dengan pemuka agama Nasrani, Yahudi, bahkan zanadiq diabadikan dalam kitab – kitab sejarah. Pernah seorang Yahudi bertanya kepada Hisyam, “Apa mungkin Tuhan memasukkan seluruh bumi ini ke dalam sebutir telur, tanpa telurnya membesar atau bumi ini mengerut? Kembalilah padaku dalam tiga hari dengan jawabannya.” Bila Hisyam tak mampu menjawab, ia pergi menemui Imam Ja’far as, termasuk ketika Yahudi yang lain menanyakan tentang surga, “Hai Hisyam, bagaimanakah nanti kamu memperoleh kenikmatan di surga?” Hisyam menjawab dengan ayat – ayat al-Quran yang menerangkan tentang kenikmatan surga. Yahudi itu menjawab dengan mengatakan bahwa setiap kenikmatan ada batasnya. Pada titik tertentu seseorang akan jenuh pula. Ia bahkan menertawakan Hisyam dengan mengatakan mungkin seorang mukmin akan tergantung dalam keabadian, memohon segala sesuatu yang diinginkannya.
Hisyam pun mendatangi Imam Ja’far as. Kepada Imam disampaikan apa yang terjadi. Imam menjawab, “Kenikmatan yang abadi di surga adalah perjumpaan dengan Tuhan.”
Kalimat Imam Ja’far as, al-liqa billah, bukan saja menceritakan akhir dari kerinduan seorang mukmin, tetapi juga awal dari perjalanan ruhaniahnya. Imilah yang dimaksud Imam Khumaini dengan tujuh perjalanan cahaya. Nur ‘ala nur.
Mulla Nashruddin Thusi membagi perjalanan seorang salik ke dalam lima bagian. Masing – masing bagian ia pecah kedalam lima bagian lagi, kecuali bagian yang terakhir: fi nihayati safar, akhir perjalanan. Karena, kata Syeikh Thusi, pada akhir perjalanan tidak ada lagi ta’addud, tidak ada lagi pluralitas. Yang ada hanya satu, Allah Swt.
Inilah tahap yang disebut Ibn Arabi dengan wahdat al-wujud, manunggaling kawula gusti. Ketika seorang hamba “menyatu dengan Tuhannya. Ketika cahaya lilin kembali ke mentari. Ketika setetes embun bergabung dengan samudera. Semuanya menjadi tak terbatas, semuanya menjadi tak berakhir.
Pada tahap inilah para sufi mengalami ekstase, fana. Inilah saat – saat ketika Salman berlari menjumpai Sayyidah Fathimah sa dan berkata,”Ali pingsan di kebun kurma!” Sayyidah Fathimah hanya menjawab, “Biarkan Ali. Dia sedang bermunajat pada Tuhannya.”
Kisah – kisah sufi pun banyak diwarnai oleh teriakan – teriakan mereka tentang “kebersatuan” dengan Tuhan. Syathiyyat itu antara lain, “Ana al-Haqq” dari al-Hallaj, atau cerita tentang Syeikh Siti Jenar pada masa wali songo. Tentu, fana setiap salik berbeda. Tuhan karuniakan anugerah sebatas kerja keras dan amal setiap salik. Takkan sama fana para Imam dengan fana para sufi. Seperti tak sama juga keyakinan mereka dengan keyakinan manusia biasa. Meskipun kesanalah kita menuju. Kata Imam Ali as: law kasyafa ‘anni hijab, ma izdadat imani, sekiranya hijab (antara alam) ini terungkap, takkan sedikitpun keimananku bertambah.
Jika banyak orang mengkritik tentang konsep wahdatul wujud, meski sebagian penelitian Barat tentang manusia sudah membuktikannya (seperti dikutip Michael Murphy dalam The Future of Human Body), Ruzbihan al-Baqli (juga seorang sufi) menjawab dengan mengatakan—ketika banyak orang mempermasalahkan dan mengkafirkan al-Hallaj: Mengapa kau berteriak ketika al-Hallaj mengatakan “Akulah al-Haqq” tapi kau diam saja ketika al-Quran bercerita tentang api yang berkata. “Inni ana rabbukum al-a’la, akulah Tuhanmu yang Mahatinggi?
Tetapi, menurut Mulla Shadra, sampai kepada Tuhan, barulah awal perjalanan. Seperti orang yang sampai di Bukit Cinta, yang ia temukan di atasnya adalah kerinduan untuk kembali bergabung dengan mereka yang masih bergelut di lembah. Inilah Mikraj Nabi, perjalanan kedua menuju Shadra. Perjalanan ketiga adalah membawa mereka “mikraj” juga menuju Tuhan, dan perjalanan terakhir adalah perjalanan “di dalam diri” Tuhan. Wallahu a’lam bi al-shawab.

“Makalah Training Tasawuf” Ust. Miftah Fauzi Rakhmat MA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: