Catatan HMI Cabang Jayapura: Enam Tahun Aku Telah Bersama MU…!!!

Merdeka,, sebuah kata yang memiliki arti dan makna. Bersamaan dengan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 64, HMI Cabang Jayapura pun merayakan ulang tahun ke 6-nya. Saat itu, tepatnya 17 Agustus 2003 bertempat di Auditorium Kampus Universitas Sains & Teknologi Jayapura (USTJ) pukul 20.00 WIT, dimana saya masih mengikuti orientasi pengenalan kampus (Ospek).

Malam itu, kami diarahkan untuk mengikuti pelantikan pengurus HMI Cabang Jayapura periode 2003-2004. Saat itulah saya dan kerabat sepenangungan & senasib mengikuti ospek dan dikerjain para senior. Saat itu Kakanda Hasan K Bauw, ST yang menjadi Ketua Panitia Ospek dan saat pelatihan (LK I) HMI beliaupun menjadi Koordinator Pemandu LK I dari Komisariat ISTJ. Sungguh perjuangan HMI Cabang Jayapura yang seumur dengan masuknya saya dan sahabat-sahabat ku.

Perjuangan HMI Cabang Jayapura, saat itu hingga sekarang merupakan suatu tantangan tersendiri yang memiliki cerita yang mengasikkan, penuh suka maupun duka. Sungguh perjalanan yang memiliki arti tersendiri buat saya, dalam mengenal kehidupan dunia kampus dan bisa mengenal dunia luar seutuhnya. Banyak hal yang telah saya peroleh sabagai kader HMI dan sebenarnya masih banyak pula yang harus saya pelajari dengan keterbatasan ilmu, waktu dan umur kelak saya dipanggil kembali untuk mempertanggung jawabkan segala perbuatan di dunia ini.

Dalam perjuangan sebagai mahasiswa dan anggota HMI hingga saat ini, saya melihat khususnya dunia pendidikan kampus dan pendidikan HMI sebagai kampus alternative di kota jayapura, tak banyak memberikan konstribusi penting bagi daerah dan masyarakatnya. Sebenarnya banyak ide-ide yang ingin dilaksanakan, namun segala hambatan & rintangan selalu saja menghadang ketika kami menginginkan suatu tatanan kecil dalam masyarakat HMI dan masyarakat kampus untuk berbuat yang terbaik sebagaimana yang diharapkan dari Konstitusi HMI.

Sebuah kalimat yang pernah disampaikan oleh beberapa senior, bahwa “Jadilah kalian sebagai pribadi kalian sendiri, jangan pernah mendikte apa yang pernah diperagakan orang lain. Karena sesungguhnya kalian memiliki karakter yang berbeda-beda, tetapi memiliki tujuan yang satu”. Hal inilah yang menjadikan kami, kader LK I HMI angkatan 2 menjadi lebih percaya diri dalam mempelajari arti kehidupan yang sesungguhnya, hingga sampai saat ini kami pun masih bersama dan ada juga yang telah selesai dari studinya.

Tak terasa, dalam kurun waktu enam tahun, cukup banyak tantangan dan hambatan yang dirasakan oleh kader HMI. Tulisan berikut ini berupaya untuk menceritakan secara singkat perjalanan HMI Cabang Jayapura dari tahun 2003 hingga 2009.

Penggalan-penggalan cerita singkat, dimulai dari pelaksanaan Latihan Kader selama ini selalu saja ada kisahnya, baik itu suka maupun duka. Dari susahnya menyiapkan kegiatan, mencari sesuap nasi untuk peserta tranning, mempersiapkan administrasi, pelaksanaannya hingga gangguan makhluk halus maupun makluk nyata selalu membawa kenangan tersendiri. Mempersiapkan berbagai kegiatan pun sama susahnya, karena dibutuhkan pengorbanan penuh baik itu materi, tenaga hingga aktifitas pribadi bahkan status sebagai pekerja pun ditinggalkan demi menyukseskan agenda-agenda perkaderan HMI. Beberapa kader HMI pun telah menjadi syuhada (lebih memilih HMI) dalam perjuangan tersebut. Hingga seorang kader HMI pun telah meninggal karena penyakit yang di deritanya, Almarhum Harry Cristian Ratu (meninggal saat menjabat sebagai Presiden Mahasiswa USTJ dan Ketua Komisariat USTJ tahun 2007). Doa kami, kader HMI Cabang Jayapura selalu untuk mu. Suatu penghargaan terakhir di saat pemakaman beliau begitu mengheningkan, dimana bendera kebesaran Merah Putih, Bendera Universitas dan Bendera HMI menghiasi suasana duka disaat itu. Upacara pemakaman yang begitu ramai, bagaikan acara pemakaman pejuang kemerdekaan RI. Namun sayangnya kenapa gak ada tembakan senjata, hahahaaa…. (Kalau Resimen Mahasiswa persenjatai, pasti akan kami pakai untuk menembak ke langit biru)

Tak hanya gangguan yang sebatas hal-hal tehnis, namun gangguan yang menggunakan kekuatan eksternal pun pernah kami hadapi. Segala bentuk pengancaman, baik pribadi saya maupun organisasi ini telah kami terima, dari dinamika internal kampus hingga eksternal kampus menjadi kenangan tersendiri buat saya dan rekan-rekan seperjuangan. Beberapa kader HMI pun telah merasakan nikmatnya tinggal di balik jeruji besi karena persoalan internal kampus bahkan karena membantu menyuarakan aspirasi masyarakat. Semua itu dilakukan dengan semangat pemikiran kader-kader HMI sebagai insan pemikir (Ulil Albab).
HMI Cabang Jayapura, yang awalnya memiliki dua komisariat (Komisariat ISTJ & Uniyap) hingga dimekarkan menjadi lima komisariat, dan sekarang tersisa tiga komisariat (Komisariat USTJ, Uniyap & Uncen). Pemerkaran yang awalnya dari komisariat ISTJ (Institute Sains & Teknologi Jayapura/Sekarang USTJ) menjadi empat komisariat, diantaranya Komisariat FTSP USTJ, FTIK USTJ, FIKOM USTJ & FTLK USTJ berjalan tak begitu lama, hanya berjalan satu periode kepengurusan. Hal ini disebabkan hilangnya perhatian kader-kader selanjutnya, yang lebih memilih mengutamakan organisasi internal kampus, padatnya jadwal perkuliahan, lebih memilih kuliah ataukah terpengaruh hal-hal lain. Permasalahan demi permasalahan selalu dihadapi setiap pengurus, pengaruh intervensi senior pun menjadi hal penting dalam dinamika HMI. Salah satunya, disaat perhelatan kepentingan kekuasaan di tingkat kepemimpinan HMI.

Persoalan lainnya, adalah persoalan islah yang menjadi campur tangan kalangan alumni. Sebuah peristiwa yang menjadi kenangan, entah itu pahit, manis, asam atau apapun rasanya tak dapat saya gambarkan. Hal tersebut yang paling merasakan adalah Imam kami di HMI Cabang Jayapura periode 2007-2008. Walaupun seketika cabang-cabang lain menertawai kami, mengatakan kami penghianat. Kami memiliki satu tujuan, bagaimana kami bisa melawan elit-elit daerah yang memiliki maksud lain. Suatu persyaratan yang kami tawarkan pada proses islah tersebut adalah proses dimana kami menanggalkan ego masing-masing cabang. Dan menanggalkan konstitusi HMI, yaitu dua institusi senama, tetapi berbeda mahzab dan hirarki organisasi (Dipo & MPO). Maka, dengan sendirinya ketika proses islah itu berhasil HMI yang di Jayapura akan menjadi organisasi baru, yang hanya membutuhkan pengakuan kader-kader HMI di Jayapura. Syukurnya proses itu terhenti, akibat sebuah sms kaleng yang menghina salah satu senior ternama. Hingga sekarang sms itu tak di ketahui siapakah orangnya.

Perjalanan tujuh tahun terasa begitu singkat, pelaksanaan tranning pun telah menghasilkan beberapa generasi. Dari LK I dengan 14 Angkatan, LK II dengan 3 Angkatan dan Senior Course dengan 1 Angkatan. Sayangnya pelatihan LKK di tingkat KOHATI belum pernah dilaksanakan, untuk itu kami mengharapkan perhatian segenap kader, baik dari Komisariat, Cabang Jayapura hingga di tinggkat PB sekalipun dapat mengangendakan perkaderan dengan baik.

Konggres HMI ke 27 yang dilaksanakan di Jogjakarta pada 6-8 Juni 2009, telah menerima pemekaran Badan Koordinasi (Badko) di wilayah Papua dan di sahkan pada Musyawarah HMI Badko Inbagteng pada 20-21 Juni 2009. Sebenarnya ada kebanggan tersendiri, tetapi juga meresahkan di kalangan kader. Pertanyaannya, seberapa banyak senior HMI dan sejauh mana kualitas kami dalam memeneg organisasi ini untuk melanjutkan perjuangan ke-HMI-an ke depan. Walaupun demikian adanya perasaan ini, kami mencoba untuk membangun kembali semangat pergerakkan HMI di Tanah Papua, khususnya di Jayapura. Dengan memasuki umur yang ke 6 tahun kami yakin bahwa kita mampu melewati semua ini hingga ke depan, entah apakah HMI akan tiada atau HMI akan tetap ada. Harapan saya, ke depan HMI (Dipo & MPO) dapat bersatu. Dengan syarat-syarat yang harus di sepakati bersama oleh ke dua HMI.

Ucapan ulang tahun, sungguh, merupakan ungkapan perhatian dan kasih sayang. Ia adalah bagian dari kekayaan hati manusia. Betapa sungguh, setiap menerima ucapan ulang tahun, ada keterharuan yang menyemaraki dada saya dan rekan-rekan. Bukan pada kadonya yang saya rasa (kado-kado-an e…), bukan pada ucapan ataupun doanya yang cenderung mengawang-awang. Tapi oleh sebuah sugesti bahwa HMI masih menempati sebuah ruang di hati kader-kader dan orang lain. Karenanya, selalu saja ada yang menyampaikan selamat itu tanpa terlebih dulu Organisasi HMI Cabang Jayapura memberi undangan pesta atau membuat woro-woro bahwa hari ini HMI Cabang Jayapura berulang tahun.

Dengan demikian, HMI Cabang Jayapura merasa ‘begitu berharga’ kendati institusi ini tidak lantas menggeneralisir bahwa mereka yang tidak mengucapkan selamat itu lantas berarti tidak menghargai organisasinya.

Hahahaha…..,, macam dokboooo kaa….

Ada beberapa catatan penting, yang saya ingin beritahukan kepada setiap kader HMI baik pemegang amanah, sebagai yunior, senior dan juga kalangan alumni. Tatanan perkaderan haruslah kita benahi bersama, berarti dibutuhkan pengorbanan. Jadikan organisasi ini sebagai alat untuk mencapai tujuan HMI (Tujuan Islam). Jangan pernah mencampuri urusan pribadi ataupun kelompok-kelompok di dalam HMI dalam melangsungkan setiap perjuangan perkaderan HMI. Jangan pernah alumni sekalipun KAHMI dalam mengintervensi, kalau saran dan masukan yang baik untuk umat, maka kami akan menerima. Kita harus duduk bersama melakukan kajian, diskusi atau apapun bentuk pertemuan lainnya dalam menetapkan format perkaderan HMI Cabang Jayapura, seperti apa dan bagaimana?, tanpa mencedarai Konstitusi HMI secara Nasional. Dengan begitu, Insya Allah kita akan melewati setiap perjuangan dengan hikmat.

Selamat Merayakan HUT Republik Indonesia ke 64 tahun;
Selamat atas Ulang Tahun HMI Cabang Jayapura ke 6 tahun;

Tangan terkepal, maju ke depan…
Dalam menggapai tatanan kader HMI baru…
Dalam menggapai tatanan masyarakat baru…
Dalam menggapai Papua Baru…
Dalam menggapai Indonesia Baru…

Jayalah HMI ku, jayalah Indonesia ku…
Yakin Usaha Sampai…

Tulisan ini aku dedikasikan buat Almamater Hijau Hitam ku…
(Maafkan aku, tak ada maksud untuk melukai mu…)

Lembah Waena……………………!!!

Penulis (Anhar/AR7) adalah Pj. Ketua Umum HMI Cabang Jayapura Periode 2008-2009; dan Sekretaris Umum HMI Badan Koordinasi Wilayah Tanah Papua Periode 2009-2011.

Iklan

2 Tanggapan to “Catatan HMI Cabang Jayapura: Enam Tahun Aku Telah Bersama MU…!!!”

  1. Assalamu Alaikum Wr. Wb.
    MERDEKA!!!

    “……Suatu persyaratan yang kami tawarkan pada proses islah tersebut adalah proses dimana kami menanggalkan ego masing-masing cabang. Dan menanggalkan konstitusi HMI, yaitu dua institusi senama, tetapi berbeda mahzab dan hirarki organisasi (Dipo & MPO). Maka, dengan sendirinya ketika proses islah itu berhasil HMI yang di Jayapura akan menjadi organisasi baru, yang hanya membutuhkan pengakuan kader-kader HMI di Jayapura. Syukurnya proses itu terhenti, akibat sebuah sms kaleng yang menghina salah satu senior ternama. Hingga sekarang sms itu tak di ketahui siapakah orangnya…..”

    Bagaimanapun saya memberi apresiasi positif atas upaya Islah DIPO dan MPO di Port Numbay. Walau pada Akhirnya proses itu gagal. Menurut saya
    Islah DIPI MPO bukanlah hal yang ahistoris, meski saya akui sulit karena menyangkut klaim atas kebenaran sejarah, kultur organisasi dan secara internal sangat politis. Kegalan Rekonsiliasi di Port Numbay saya kira bukan karena dua lembaga pemangku panji Hujau Hitam (DIPO dan MPO) ini ditakdirkan tak bisa islah, namun proses itu masih dibalut dan berkutat pada persoalan egoisme para pemimpinnya juga kader – kadernya. Saya sengaja mengutip kalimat “…Syukurnya proses itu terhenti…” yang tuan tulis diatas agar kita sadar bahwa egoisme itu masih ada….. BTw, Yakusa Sahabat……..

  2. Anhar El Photon's Says:

    Waalaikumsalam…..

    Itulah yg harus dihayati semua kader se nusantara,, proses islah/rekonsiliasi haruslah terus di dorong. namun proses itu harus murni keinginan kader. Jangan ada tendensi alumni. Biasanya selama proses islah yg saya cermati, ke semua ada suatu moment yg menjadi kepentingan oknum2 alumni…,, sungguh sayang sekali… Alumni tdk pernah konsisten dgn kode etik kahmi yg di buat oleh mereka sendiri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: