Pesona Kelam Pendidikan di Ufuk Timur Nusantara

Pendidikan yang awalnya merupakan proses memanusiakan manusia dalam rangka menciptakan tenaga produktif yang bermutu bagi bangsa Indonesia. Selain itu, lembaga pendidikan adalah suatu lembaga yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan dan merubah paradigma berpikir bagi peserta didik (Pelajar & Mahasiswa) ke arah yang lebih baik sehingga bermuncullah tokoh nasional dan pemuda yang lebih progresif. Namun, pendidikan saat ini telah bergeser jauh dari cita-cita awalnya yaitu proses memanusiakan manusia, tetapi dijadikan sebagai proses komersialisasi pendidikan dan ajang menjalankan misi terselubung.

Proses komersialisasi pendidikan dan agenda terselubung yang tak diketahui masyarakat awam sudah menjadi hal tabu dalam berjalannya proses pendidikan di Tanah Papua. Suatu keniscayaan yang akan sulit dicapai dalam menata masa depan bangsa ini dengan baik.

Suatu niatan dari pengelola lembaga pendidikan yang ingin memperkaya diri dan ada pula yang memanfaatkan jabatannya hanya demi kepentingan individu dan kelompok. Sungguh sayang ketika dunia pendidikan di nodai dengan perilaku-perilaku yang menghambat perkembangan pendidikan di Tanah Papua.

Persoalan demi persoalan yang tak diperhatikan akan menjadi penghambat dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa & bernegara. Kenyataannya banyak kejanggalan yang di terjadi selama ini, dimulai dari sistem sks yang terkesan dipaksakan, pungutan liar dari pengelola kampus hinga para pengajar-pengajarnya dan bahkan penetapan aturan yang tidak semestinya dilakukan oleh Lembaga Pendidikan Nasional. Sebagai contohnya, pelarangan pemaikaian jilbab bagi mahasiswi di Akademi Keperawatan di Kota Sorong Provinsi Papua Barat. Sebuah bentuk pelarangan yang melanggar Hak Asasi Manusia. Dan juga, bentuk penyediaan fasilitas pendidikan yang tak sebanding dengan harga yang ditetapkan lembaga pendidikan (khususnya di Jayapura). Persoalan lainnya, para pimpinan kampus berupaya untuk mengakreditasikan kejuruan dengan cara yang tak layak. Hanya untuk mengejar ambisi untuk mempopulerkan lembaga pendidikan tersebut.

Kian banyak persoalan yang sebenarnya terjadi di lembaga pendidikan saat ini (di tanah papua). Namun, ketika kalangan pelajar/mahasiswa mencoba untuk melaporkan/memprotes hingga melakukan aksi demo untuk meminta perlakuan adil dari pemegang keputusan, selalu diacuhkan bahkan diremehkan. Bahkan mendapat kecaman (di ancam) untuk dikeluarkan (DO) dari lembaga pendidikan tersebut, baik swasta maupun negeri.

Hal inilah yang menjadi catatan keresahan generasi muda, jika pemerintah pusat tak lebih teliti dalam melihat persoalan yang terjadi di Tanah Papua. Sangat di takutkan bagaimana sekiranya masalah-masalah tersebut dirasakan oleh generasi putera & puteri daerah. Maka, akan menambah kebencian terhadap Bangsa & Negara ini.

Masalah-masalah diatas sangat jelas merupakan penghalang bagi masyarakat (pelajar/mahasiswa) untuk menjadi cerdas, berkualitas, professional dan berkreativitas. Dan tanpa disadari pelajar/mahasiswa telah dijadikan budak, ditindas dan dibunuh karakternya. Untuk itu, perjuangkanlah terus apa yang menjadi hak-hak kita selaku generasi bangsa dalam melanjutkan kemerdekaan yang sesungguhnya.

Lembah waena….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: